Senin, 13 April 2026, Akar Global Inisiatif menyelenggarakan Workshop Penulisan Policy Brief dalam rangka meningkatkan kapasitas Tim Akar dalam menyusun policy brief yang efektif sebagai instrument advokasi kebijakan untuk perlindungan hak Masyarakat Hukum Adat dan komunitas lokal.
Workshop ini akan berlangsung selama tiga hari, dimulai pada tanggal 13 hingga 15 April 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Grage Hotel Bengkulu, yang beralamat di Jalan Nala No. 142, Anggut Bawah, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu.
Untuk mendukung kualitas pelatihan, Pihak Akar Global Inisiatif, mengundang narasumber yang berpengalaman dan ahli dalam bidang penyusunan policy brief yaitu Rival Ahmad. Ia adalah salah satu orang yang ikut merintis pendirian Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera dan sekaligus pengajar di sekolah tinggi tersebut. Selain itu, Rival saat ini juga merupakan anggota dari HuMa yakni, Perkumpulan Pembaruan Hukum Berbasis Masyarakat dan Ekologi.
Kegiatan dibuka pada pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh 18 orang peserta. Mewakili Akar Global Inisiatif, Pramasty Ayu Koesdinar (Dinar), menyampaikan bahwa pelaksanaan workshop ini merupakan kegiatan yang telah lama dirancang.
“Sebetulnya, Akar Global Inisiatif sudah lama berencana untuk melakukan Workshop Penulisan Policy Brief ini bahkan semenjak Renstra Akar sebelumnya, karena saat itu kami menyadari ada kebutuhan untuk mengembangkan kemampuan teman-teman Akar untuk menulis, terkhusus untuk Policy Brief ini. Namun kegiatannya baru dapat terlaksana hari ini di bulan April 2026, mengingat ada begitu banyak agenda Akar sebelumnya” tuturnya.
Dinar juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Rival Ahmad, karena telah bersedia meluangkan waktunya untuk menjadi fasilitator sekaligus narasumber selama kegiatan ini berlangsung.
Difasilitatori oleh Rival Ahmad, workshop berlangsung dengan pendekatan yang interaktif dengan suasana yang cukup santai, tanpa mengurangi keseriusan materi yang disampaikan. Kemudian, dalam penjelasannya, Rival berharap agar nantinya workshop ini dapat menjadi modal awal bagi teman-teman Akar untuk mengembangkan kapasitasnya dalam penyusunan policy brief dikemudian hari.
“Harapan saya yang pertama, bahwa workshop ini dapat menjadi modal awal bagi teman-teman Akar, agar bisa bersama-sama menyusun policy brief-nya nanti. Kemudian, teman-teman juga dapat terus belajar untuk mengembangkan kemampuannya masing-masing setelah worskhop ini.
Yang kedua, sebetulnya policy brief ini dapat dijadikan sebagai medium untuk mempengaruhi kebijakan dan memperkuat gerakan sosial apalagi dikalangan aktivisme.
Selanjutnya yang ketiga, saya juga berharap bahwa kegiatan ini nantinya dapat memperkuat koneksi teman-teman di internal Akar dan bagi saya sendiri, kegiatan ini juga dapat memperluas pertemanan, menambah jaringan saya di Bengkulu, dan kita dapat saling belajar.” Tuturnya.
