BENGKULU – Akar Global Inisiatif menggelar Workshop Perluasan dan Percepatan Usulan Program Perhutanan Sosial di Two K Azana Style Hotel Bengkulu, Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mempercepat akses masyarakat tepian hutan terhadap skema Perhutanan Sosial sekaligus memperkuat perlindungan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Workshop diikuti oleh sejumlah pihak, antara lain KPHL Bukit Daun, KPHL Seluma, Dinas Kehutanan dan Lingungan Hidup Provinsi Bengkulu, BAPPEDA Provinsi Bengkulu, Kepala Desa dan petani hutan dari Penanjung Panjang dan Tebat Monok di Kabupaten Kepahiang, serta Kepala Desa dan petani hutan dari Renah Gajah Mati 2 dan Muara Nibung di Kabupaten Seluma.

Warman Kudus, Koordinator Program Terestrial Akar Global Inisiatif, membuka kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa workshop bertujuan untuk mengidentifikasi skema Perhutanan Sosial yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah masing-masing peserta.

“Setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda. Kita perlu memastikan skema yang dipilih benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat setempat,” ujar Warman.

Workshop ini mengundang lima narasumber menyampaikan materi yang saling melengkapi. Safnizar, S.Hut., M.P., Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu, membuka sesi materi dengan paparan tentang kebijakan Perhutanan Sosial, mencakup regulasi, skema yang tersedia, serta prosedur pengajuan izin. Ia menegaskan bahwa program ini telah menunjukkan capaian nyata di Provinsi Bengkulu.

Hingga tahun 2026, sebanyak 54.123,87 hektar kawasan hutan di Bengkulu telah dibebani izin Perhutanan Sosial. Program ini telah memberi manfaat kepada 12.214 Kepala Keluarga yang tergabung dalam 152 kelompok.

“Angka ini membuktikan bahwa Perhutanan Sosial bukan sekadar program di atas kertas. Masyarakat tepian hutan nyata-nyata merasakannya,” tegas Safnizar. Ia mendorong desa-desa yang belum mengajukan usulan untuk segera bergerak dan memanfaatkan momentum kebijakan yang ada.

Hefri Oktoyoki, S.Hut., M.Si., dari Jurusan Kehutanan Universitas Bengkulu, menyajikan hasil penelitiannya tentang keberhasilan Perhutanan Sosial di Provinsi Bengkulu. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak cukup diukur dari satu sisi saja.

Oki mengidentifikasi lima dimensi keberhasilan Perhutanan Sosial, yaitu akses legal, kelola kawasan, kelola usaha, kelola kelembagaan, dan pengetahuan. Kelima dimensi ini saling berkaitan dan harus diperkuat secara bersamaan agar program benar-benar memberikan dampak jangka panjang bagi komunitas.

“Izin saja tidak cukup. Komunitas harus kuat di semua lima dimensi ini agar manfaatnya bertahan lama,” jelas Oki.

Perwakilan Bappeda Provinsi Bengkulu memaparkan keterkaitan antara Perhutanan Sosial dan pembangunan daerah. Sesi ini memperjelas posisi program dalam kerangka perencanaan pembangunan jangka menengah Provinsi Bengkulu.

Erwin Basrin dari Akar Global Inisiatif menyampaikan materi tentang refleksi dan transformasi pasca izin Perhutanan Sosial. Ia menyoroti tantangan yang sering muncul setelah izin diterbitkan dan langkah-langkah yang perlu diambil komunitas agar manfaat izin benar-benar dirasakan masyarakat.

Dua petani Perhutanan Sosial dari Rejang Lebong, Santo dan Hero Kartomi, berbagi pengalaman langsung mereka dalam mengelola hutan.

Santo menceritakan proses panjang yang ia tempuh sejak awal pengajuan hingga izin terbit, termasuk hambatan administratif dan teknis yang ia hadapi di lapangan.

Hero Kartomi tampil dengan perspektif yang berbeda. Sebagai petani milenial, ia secara khusus mengajak kaum muda di desa, terutama anak-anak petani hutan, untuk aktif mengembangkan produk Perhutanan Sosial di lahan orang tua mereka.

“Lahan sudah ada, izin sudah ada. Tinggal kita yang mau atau tidak mengolahnya. Generasi muda harus masuk ke sini dan bawa inovasi,” ujar Hero dengan tegas.

Hero meyakini bahwa keterlibatan generasi muda adalah kunci keberlanjutan Perhutanan Sosial. Tanpa regenerasi, pengelolaan hutan akan mandek di tangan satu generasi saja.

Workshop ini diharapkan mendorong percepatan pengajuan usulan Perhutanan Sosial dari desa-desa yang hadir, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola kawasan hutan secara mandiri dan berkelanjutan. Akar Global Inisiatif menyatakan akan terus mendampingi komunitas tepian hutan dalam setiap tahap proses pengajuan hingga implementasi program. Dacas.

 

Alamat

Jl. DP Negara 7, No. 123 Rt 21/Rw 04, Kel. Pagar Dewa, Kec. Selebar, Kota Bengkulu, Kode Pos. 38216

Language

 - 
Arabic
 - 
ar
Bengali
 - 
bn
German
 - 
de
English
 - 
en
French
 - 
fr
Hindi
 - 
hi
Indonesian
 - 
id
Portuguese
 - 
pt
Russian
 - 
ru
Spanish
 - 
es

Privacy Preference Center