Kepahiang — 15-01-2026. Akar Global Inisiatif melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Kepahiang terkait rencana pelaksanaan Konferensi Perempuan Internasional yang akan diselenggarakan pada 1–4 Februari 2026 di Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang.

Audiensi tersebut dihadiri oleh jajaran Akar Global Inisiatif, yakni Erwin Basrin selaku Direktur, Pramasty Ayukusdinar sebagai Manager Program dan Strategi, Warman Kudus selaku Koordinator Program, serta Sulastri sebagai Staf Program. Audiensi ini difasilitasi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepahiang, Linda Rospita. Rombongan Akar Global Inisiatif diterima langsung oleh Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, di ruang kerja Bupati Kabupaten Kepahiang.

Dalam pertemuan tersebut, Akar Global Inisiatif memaparkan rencana dan tujuan Konferensi Perempuan Internasional yang akan menghadirkan peserta dari berbagai negara, aktivis perempuan, pembela hak asasi manusia, akademisi, serta perwakilan komunitas lokal dan masyarakat adat. Secara rinci, konferensi ini akan melibatkan total 150 orang peserta yang mencakup 60 orang dari Kelompok Perempuan Bengkulu yang berasal dari Kepahiang, Lebong, Mukomuko, Seluma, Manna, Enggano, dan Kaur. 32 peserta Nasional dari Sumatra (Sumatra Barat dan Pekan Baru), Borneo (Pontianak dan Palangkaraya), Sulawesi (Gorontalo dan Palu), Jawa (Bogor, Banten, dan Bali), Flores, serta Papua. 8 peserta Internasional yang berasal dari Malaysia, Thailand, Bangladesh, Inggris (UK), Belanda, dan Filipina. Tim pendukung yang terdiri dari fasilitator, pembicara, interpreter (Jakarta), notetaker (Bengkulu), 10 orang relawan, 18 personel Akar Global Inisiatif (AGI), serta 32 orang Panitia Lokal.

Konferensi ini dirancang sebagai ruang dialog dan pertukaran pengetahuan lintas negara mengenai isu keadilan gender, keadilan sosial, krisis ekologis, serta peran perempuan dalam mempertahankan ruang hidup dan hak-hak komunitas. Direktur Akar Global Inisiatif, Erwin Basrin, menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Kepahiang, khususnya Kecamatan Kabawetan, bukan tanpa alasan. Wilayah ini dinilai merepresentasikan keterkaitan erat antara perjuangan perempuan, ruang hidup, pertanian, dan ekologi, sekaligus menjadi contoh penting bagaimana isu lokal dapat dibawa ke percakapan global tanpa melepaskan akar komunitasnya.

“Konferensi ini kami rancang sebagai ruang pertemuan antara pengalaman perempuan di tingkat lokal dengan wacana global tentang keadilan gender dan krisis ekologi. Kepahiang kami pilih karena di sinilah perjuangan perempuan, ruang hidup, dan keadilan sosial bertemu secara nyata,” disampaikan Erwin Basrin, Direktur Akar Global Inisiatif kepada Akarnews. “Dukungan Pemerintah Kabupaten Kepahiang menjadi fondasi penting agar konferensi ini tidak hanya menjadi acara internasional, tetapi juga memberi dampak nyata bagi komunitas lokal”.

Menanggapi pemaparan tersebut, Bupati Kepahiang Zurdi Nata menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan Konferensi Perempuan Internasional di wilayah Kepahiang. Pemerintah Kabupaten Kepahiang menyatakan komitmen untuk mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat peran perempuan, mendorong dialog lintas budaya, serta memperkenalkan Kepahiang sebagai ruang yang terbuka bagi agenda-agenda keadilan dan pembangunan yang inklusif.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Kepahiang juga menyatakan kesediaannya untuk hadir dan membuka secara resmi Konferensi Perempuan Internasional pada Februari 2026 mendatang. Kehadiran pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi simbol dukungan politik dan moral terhadap perjuangan perempuan serta penguatan kerja-kerja kolaboratif antara masyarakat sipil dan pemerintah.

“Pemerintah Kabupaten Kepahiang mendukung penuh pelaksanaan Konferensi Perempuan Internasional ini. Kami melihat konferensi ini sebagai ruang penting untuk memperkuat peran perempuan dan memperkenalkan Kepahiang sebagai wilayah yang terbuka bagi dialog global yang berpihak pada keadilan dan kemanusiaan,” jelas Zurdi Nata, Bupati Kepahiang. “Saya bersedia hadir dan membuka secara resmi Konferensi Perempuan Internasional 2026 sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap agenda keadilan gender dan penguatan perempuan”.

Audiensi ini menandai langkah awal yang penting dalam persiapan Konferensi Perempuan Internasional, sekaligus mempertegas komitmen bersama antara Akar Global Inisiatif dan Pemerintah Kabupaten Kepahiang untuk menjadikan konferensi ini sebagai ruang aman, inklusif, dan bermakna bagi perempuan dari berbagai latar belakang.

Alamat

Jl. DP Negara 7, No. 123 Rt 21/Rw 04, Kel. Pagar Dewa, Kec. Selebar, Kota Bengkulu, Kode Pos. 38216

Language

 - 
Arabic
 - 
ar
Bengali
 - 
bn
German
 - 
de
English
 - 
en
French
 - 
fr
Hindi
 - 
hi
Indonesian
 - 
id
Portuguese
 - 
pt
Russian
 - 
ru
Spanish
 - 
es

Privacy Preference Center