Dokumentasi habitat monitoring ketika di perairan Kaur tepatnya di Desa Merpas Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu


AKARNEWS –
Guna mengetahui potensi dan kelangsungan sumberdaya alam (SDA) khususnya biota laut jenis Gurita di Perairan Kaur, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Perahu Dayung Maje Desa Linau Kecamatan Maje dan KUB Ujung Lancang Desa Merpas Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu melaksanakan habitat monitoring. Habitat monitoring ini dilakukan di beberapa titik lokasi tangkap nelayan Gurita. Untuk di Desa Linau Kecamatan Maje, habitat monitoring dilakukan di 12 lokasi tangkap. Mulai dari Batu Jung hingga Napal Putih. Sedangkan di Desa Merpas Kecamatan Nasal ada 18 lokasi tangkap. Dari Lanap Ketapang sampai Gosong Pekak. Kegiatan ini dilakukan 5 hari di dua desa. Sedangkan untuk waktu penyelaman dilakukan selama 8 jam per hari.

Staff Program Akar Foundation, Warman Kudus mengatakan, habitat monitoring berbasis masyarakat ini bertujuan untuk memantau dan mendokumentasikan baik secara portofolio maupun secara visual terkait aneka biota laut, khususnya ekosistem Gurita. Selain itu, hasil pemantauan ini sebagai pedoman dalam pengelolaan laut berbasis masyarakat (Community Based Marine Management/CBMM) yang didampingi Akar Foundation. Dan juga sebagai rekomendasi Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) pemerintah desa khususnya di dua desa tersebut.

Foto bersama penyelam ketika di perairan Kaur tepatnya di Desa Linau Kecamatan Maje Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu

Untuk pemantauan, nelayan dibantu oleh tim penyelam profesional bersertifikasi dari Rafflesia Bengkulu Diving Center (RBDC) Bengkulu. “Nelayan yang menunjukkan titik lokasi, sedangkan tim penyelam yang melakukan pemantauan dan pendokumentasiannya. Seperti mengambil video dan foto-foto di bawah air. Termasuk melakukan pengecekan parameter lingkungan”, kata Warman.

Sementara itu, Ketua KUB Ujung Loncang Desa Merpas, Novi mengatakan, mengingat perairan Kaur adalah pusat habitatnya Gurita, kegiatan ini sangat positif dan penting dilakukan berkala. Novi menambahkan, meski Gurita merupakan komoditi yang menjanjikan bagi nelayan, namun nelayan juga harus memperhatikan keberlangsungan habitat Gurita.

“Kalo pemantauan secara tradisional selama ini pasti sudah kami lakukan. Sembari melaut, otomatis kami melihat kondisi bawah air. Tapi kan kami tidak bisa mendata secara detail. Adanya kegiatan habitat monitoring ini, kami sangat terbantu sekali,” demikian Novi.

Foto bersama penyelam ketika di perairan Kaur tepatnya di Desa Merpas Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu

Di sisi lain, sebelum dilakukan penyelaman, Akar Foundation menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan KUB, pemerintah desa, karang taruna, BPD dan tokoh masyarakat desa setempat. Tujuannya untuk menginformasikan maksud dan tujuan dari kegiatan habitat monitoring tersebut.  Lalu pada FGD itu juga dilakukan penentuan titik-titik lokasi target selam yang akan dipantau.

Berikut nama-nama titik kordinat lokasi tangkap Gurita

Desa Merpas Kecamatan Nasal ;

  1. Lanap Ketapang
  2. Pulau Tengah
  3. Gosong Saji
  4. Gosong Mohdur
  5. Benawang Rambu
  6. Batu Nipis
  7. Sawang Hiu/Batu Nipis 2
  8. Ujung Lancang
  9. Suto
  10. Sawang Lintang
  11. Air Penage
  12. Gosong Umro
  13. Gosong Muara 2
  14. Gosong Mluang
  15. Gosong Mluang Tengah
  16. Gosong Pekak

Desa Linau Kecamatan Maje ;

  1. Batujung
  2. Lanap Alun
  3. Lanap Pandak I
  4. Lanap Pandak II
  5. Lanap Lebar
  6. Karang Tinggi
  7. Benawang Besak (besar)
  8. Batu Putri
  9. Batu Gincing
  10. Muara Sbabil (Ababil)
  11. Karang Bunga
  12. Napal PutiH

(AKAR)